Menurut para Peneliti, Orang Pelit Hidupnya tidak akan Bahagia dan mudah Stres

0 Komentar

Anda punya Teman yang pelit? Tentu menyebalkan jika kita bergaul dengan orang semacam ini. Yang tidak kalah ngeselin lagi, biasanya mereka enggan untuk memberi tapi selalu berharap untuk diberi.

Orang pelit memang beda dengan orang yang hemat. Orang hemat biasanya cenderung lebih berhati-hati dalam penggunaan uang. Sedangkan orang pelit tidak mau mengeluarkan uang untuk orang lain, bahkan untuk dirinya sendiri.

Orang Pelit hidupnya mudah Stres

Menanggapi fenomena orang pelit yang kian marak, baru-baru ini para ilmuan meneliti tingkat kebahagiaan mereka dengan menjadi orang pelit. Apakah dengan menjadi orang pelit ia akan merasa lebih baik?

Ternyata, dari penelitian yang dilakukan oleh Queensland University of Technology (QUT) di Brisbane, Australia. Penelitian ini menggunakan metode analisis fisiologis. Dimana responden membuat simulasi tawar menawar finansial.

Hasilnya, mereka yang menawar terlalu rendah memiliki tingkat stres lebih tinggi dibandingkan mereka yang nawar sewajarnya, atau bahkan tidak menawar saat membeli produk finansial.

Lalu bagaimana peneliti mengetahui orang yang pelit itu lebih stres? Para ahli melihat dari kerja jantung responden saat melakukan tawar menawar. Mereka yang menawar sangat rendah terbukti memiliki pacu jantung yang tidak beraturan dan lebih cepat.

Kinerja jantung seperti ini juga terjadi pada orang yang sedang depresi, mengkonsumsi obat-obatan terlarang, atau sedang menghadapi masalah besar hingga ia stres.

Sedangkan sebaliknya, orang yang menawar sewajarnya bahkan tidak melakukan penawaran, jantung mereka lebih stabil dan emosi mereka juga lebih tenang. Hal ini sama seperti seseorang sedang berada di tempat liburan yang menyenangkan.

Semakin sayang pada Uang, kita semakin Stres

Pada akhirnya, penelitian yang dipublikasi dalam jurnal Plus One ini menyimpulkan, jika saat melakukan penawaran, ada beberapa kondisi psikis seseorang yang bisa diamati. Mulai dari tingkat empati, emosional, sampai ke stres mental.

Menurut Markus Schaffner, salah seorang peneliti dan manajer Queensland Behavioral Economics Gropu Laboratory for Economic Experiments di QUT. Pada tahap penelitian, mereka menemukan dua hal penting pada responden. Yakni terjadinya stres mental saat berhubungan dengan uang dan keputusan.

Pertama, orang yang pelit merasa selalu khawatir uangnya akan berkurang, sehingga emosinya tidak stabil. Kedua, saat melakukan penawaran di bawah 40%, mereka ternyata juga mengalami penyesalan. Baik itu menyesal karena kenapa tidak lebih rendah, padahal mereka berfikiran itu bisa rendah, atau menyesal karena telah menawar dengan sangat rendah.

Kesimpulan: Semakin kita sayang terhadap uang, maka semakin gusar dan stres dalam hidup kita. Jadi, jangan jadi orang pelit yang ingin selalu menggunungkan uang yah. Cobalah berbagi agar hidupmu lebih bahagia.

Banner Iklan

Tinggalkan Komentar Anda

Karena Alasan Keamanan, semua Komentar akan ditahan untuk Moderasi. Komentar Anda akan ditampilkan setelah disetujui Administrator. Gunakan Email anda yang masih aktif agar dapat menerima Notifikasi saat Komentar Anda dibalas.

Kolom ini Wajib diisi. Harap isi Komentar Anda disini...!!!
Kolom ini Wajib diisi. Harap isi Nama Anda disini...!!!